Berita

Pembiasaan Baik di SMA Muhammadiyah 1 Ngawi


SMA Muhammadiyah 1 Ngawi merupakan sekolah swasta naungan Persyarikatan Muhammadiyah yang memiliki slogan "Sekolah Prestasi Karakter Islami". Salah satu bentuk perwujudan slogan tersebut adalah dengan pembiasaan baik yang diterapkan kepada peserta didik selama jam sekolah berlangsung. 

Wakil Kepala Sekolah bidang Al Islam, Muhammadiyah dan Bahasa Arab (ISMUBA), Imma Yaumil Fadlila, S.Si mengatakan bahwa pembiasaan bagi peserta didik melibatkan seluruh warga sekolah. "Semua warga sekolah, pembina tim ISMUBA, bapak ibu guru termasuk kepala sekolah ikut terlibat dalam kegiatan pembiasaan baik tersebut," terangnya. 

Pembiasaan baik itu mulai dari yang membentuk jiwa sosial, spiritualitas, hingga kepemimpinan dan kedisiplinan peserta didik. "Jika dimulai dari awal kegiatan di sekolah, kita biasakan saling sapa baik antarsiswa maupun dari bapak ibu guru kepada anak-anak," jelasnya. 

"Kemudian dilanjutkan sholat dhuha dan ngaji bersama, bertujuan menanamkan kebiasaan untuk mengawali sesuatu dengan hal baik sekaligus membentuk rasa syukur. Selain itu, ngaji pagi yang memimpin bukan pembina atau bapak ibu guru. Akan tetapi, dari siswa-siswi untuk memunculkan jiwa kepemimpinan." lanjutnya 

Beliau menuturkan bahwa pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) juga ikut menertibkan peserta didik lain dan membina mereka saat melanggar peraturan, baru kemudian bapak ibu guru yang memberikan sanksi. 

Selain pembiasaan di pagi hari, Wakasek ISMUBA tersebut juga menjelaskan pembiasaan pada siang hari, khususnya saat sholat dhuhur. 

"Pembiasaan di waktu dhuhur adalah mendirikan sholat berjamaah dilanjutkan dengan kultum yang akan saya singkat istilahnya menjadi KuBaDhu (Kultum Ba'da Dhuhur), tujuan pembiasaan ini agar peserta didik tumbuh kepercayaan dirinya." 

"Lalu ada juga 5s, yaitu senyum sapa salam sopan santun. Jangan sampai di sekolah kita ini terjadi bullying." tegasnya. 

Proses pendidikan SMA Muhammadiyah 1 Ngawi tidak hanya berfokus pada akademik, namun juga non-akademik dan karakter. Beliau mengharapkan dari pembiasaan yang diterapkan tersebut agar membentuk karakter baik, rasa sosial antarsesama serta guru. Sehingga tujuan Profil Pelajar Pancasila bisa terbentuk di dalam jiwa peserta didik. 

"Pembentukan karakter itu perlu pembiasaan, Jika dalam satu semester hanya diadakan sekali, maka karakternya tidak akan terbentuk. Jadi, diawali fortasi sebagai proses pengenalan untuk kelas X kemudian dilanjutkan pembiasaan setiap harinya," 

Dipaparkan lebih lanjut tentang dampak jangka pendek dapat dilihat secara langsung anak-anak yang belum punya keberanian akhirnya mulai terbentuk  karakter kepemimpinannya. Sedangkan untuk jangka panjang, pihak sekolah mengharapkan karakter yang sudah terbentuk secara optimal tersebut dapat menjadi bekal peserta didik setelah lulus dari SMA Muhammadiyah 1 Ngawi. 

"Alhamdulillah sudah ada manfaat dan berdampak baik untuk mereka," 

Menurutnya, manfaat dari pembiasaan jika dikalkulasi sesuai apa yang terlihat, untuk kelas X belum begitu optimal karena butuh proses yang lama. Akan tetapi, jika dari seluruh peserta didik, dari seratus persen sudah sekitar 95-97 persen pengaruhnya sudah nampak. 

"Nantinya dengan pembiasaan ini harapan kami mereka bisa menjadi pioner bagi masyarakat dan lingkungan, baik di lingkungan kerja maupun perkuliahan." Pungkasnya di akhir wawancara. 

(Bintang Alifananda Alkimi/XII IIS)

Pengumuman Kelulusan Tahun Pelajaran 2023/2024

Berita Terbaru

Juni 2024

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30